Christomario's Blog

Mei 21, 2012

PERAN AKUNTANSI DALAM OPTIMALISASI PENGENTASAN KEMISKINAN

Filed under: Uncategorized — christomario @ 2:11 am

 

Tantangan perekonomian di era globalisasi saat ini adalah bagaimana subjek dari perekonomian Indonesia, yaitu penduduk Indonesia sejahtera. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar, sekitar 235 juta jiwa tersebar dari Sabang sampai Merauke. Jumlah penduduk yang besar ini menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka dicanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi. Akuntansi mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi keuangan. Akuntansi suatu sistem dengan input data/informasi dengan output informasi dan laporan keuangan. Akuntansi menghasilkan informasi keuangan tentang sebuah entitas. Informasi keuangan terkait suatu entitas dan dikomunikasikan kepada pemakai untuk pengambilan keputusan. Informasi yang dihasilkan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) :

©      Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

©      Laporan Laba Rugi Komprehensif

©      Laporan Arus Kas

©      Laporan Perubahan Ekuitas

©      Catatan atas laporan keuangan

Memberikan infomasi yang menyangkut posisi keuangan,kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), dan pertanggung jawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Menyediakan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu. Akuntansi keuangan mempunyai tugas pokok: pengakuan, penentuan, perlakuan, penya-jian, dan pengungkapan

 

 

            Akuntansi diklasifikasikan dalam dua kelompok, yaitu akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Produk yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen adalah informasi yang bersifat rinci dalam rangka memenuhi kebutuhan manajemen sebagai dasar kebijakan dan perencanaan. Sedangkan produk yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah informasi untuk tujuan pemenuhan harapan pihak eksternal (stokeholder dan stakeholders). Informasi dari proses akuntansi manajemen misalnya rincian dari cost center, revenue center, profit center, dan investment center dalam menggunakan dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Sedangkan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan adalah laporan keuangan, yang terdiri dari laporan laba-rugi/laporan aktivitas, laporan perubahan ekuitas, laporan neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.     

        

 

Tugas Pokok Akuntansi

 

            Akuntansi dalam arti suatu proses mempunyai lima tugas pokok, yaitu: pengakuan, penentuan, perlakukan dan  pencatatan, penyajian, dan pengungkapan (IAI, 1994).

  1. Pengakuan, artinya transaksi keuangan yang terjadi ditetapkan pengakuan hak kepemilikan-nya. Dalam dunia usaha terdapat beberapa pendekatan untuk mengakui kepemilikan suatu harta, atau timbulnya suatu kewajiban kewajiban; misalnya FOB shipping point, FOB destination untuk barang.
  2. Penentuan, artinya suatu harta atau kewajiban setelah diakui kepemilikannya, proses selanjutnya adalah menentukan nilai dari suatu harta atau kewajiban. Banyak metode dalam menentukan nilai suatu aktiva atau utang yang dapat diakui, midalnya metode harga pokok, metode harga pasar, nilai pengganti, nilai sekarang, dan lainnya.
  3. Perlakukan dan pencatatan, yaitu proses memperlakukan transaksi keuangan yang sudah diakui dan ditentukan nilainya dalam kelompok aktiva, utang, ekuitas, pendapatan, atau beban (expense), yang dituangkan dalam pencatatan dalam bentuk jurnal dan buku besar. Proses ini sangat penting dalam rangka penyusunan laporan yang sistematis.
  4. Penyajian. Tugas akuntansi ini adalah suatu proses pelaporan hasil dari pencatatan. Bentuk laporan dapat berupa report dan dapat pula berbentuk statement. Penyajian ini dilakukan untuk tujuan memenuhi harapan pihak internal maupun eksternal sebagai bahan untuk mengukur posisi keuangan, posisi kas, kinerja manajerial, dan kinerja organisasi.
  5. Pengungkapan. Proses ini akan menyatu dengan laporan keuangan, karena pengungkapan merupakan penjelasan kondisi organisasi, catatan atas laporan keuangan, kinerja non keuangan yang telah dicapai, dan hal-hal lain yang tidak dapat dicantumkan dalam laporan keuangan. Pengungkapan ini menjadi sangat penting artinya apabila suatu organisasi sepenuhnya milik stakeholders, bukan hanya stockeholder/sharehoder.

 

 

Dalam pertemuan The World Food Summit of The Food and Agricultural Organization (FAO) yang berlangsung di Roma, 1996, terungkap adanya lebih dari 800 juta penduduk miskin di seluruh dunia. Kebanyakan mereka tinggal di negara-negara berkembang, dan diprediksikan sekitar setengah dari jumlah itu masih akan kelaparan sampai dengan tahun 2015. (1)

Menurut World Bank, pada tahun 1998 masih terdapat sekitar 1,2 miliar orang yang hidup dalam kemiskinan, yang 522 juta di antaranya berada di Asia Selatan. Dinyatakan pula bahwa hampir setengah dari jumlah penduduk dunia adalah wanita dan dua-pertiga dari penduduk termiskin adalah wanita. Jadi kemiskinan itu, baik di negara berkembang maupun sedang berkembang, didominasi oleh wanita. (2)

Di Indonesia sendiri, pada 1996 terdapat sekitar 34,5 juta penduduk miskin. Tahun 2002 bertambah menjadi 35,7 juta atau 17,6 persen dari total penduduk, yang 63,6 persen di antaranya berdomisili di pedesaan. Walaupun angka terakhir ini lebih rendah dibanding tahun 2001 (37,1 juta), namun tetap lebih tinggi daripada kondisi tahun 1996 sebelum terjadinya krisis ekonomi.

Bertambahnya jumlah penduduk miskin antara lain dikarenakan pertambahan jumlah usia produktif yang memasuki pasar kerja, yang tidak diimbangi pertumbuhan kesempatan kerja baru. Sedangkan untuk dapat menciptakan kesempatan kerja yang setara dengan jumlah pengangguran terbuka, masih diperlukan laju pertumbuhan ekonomi di atas pertumbuhan tahun 2002 yang hanya mencapai 3 persen. (3)

Jumlah usaha kecil di Indonesia pada 2001 mencapai 40,13 juta unit atau setara 99,85 persen dari total unit usaha yang ada. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang diserap sektor usaha kecil dan informal pada tahun yang sama 64,67 juta orang atau setara 88,6 persen dari seluruh angkatan kerja nasional. (4)

 

CATATAN KAKI:

1)   Versluysen Eugene. “Banking for the Poor”. Kumarian Press, 1999, mendefinisikan penduduk miskin adalah people having no assets, no job and too few means to support oneself and one’s family.

2)   A.K.Bhargava, Mircro Credit & Self Help Group,New Delhi-India.

3)   Harian Kompas, 7 Januari 2003.

4)  Profil Usaha Kecil dan Menengah Tidak Berbadan Hukum. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2000

 

Sejauh ini, peran terbesar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Proyek PHBK (Pengembangan Hubungan Bank dengan Kelompok Swadaya Masyarakat/KSM). Dalam proyek ini LSM berperan sebagai penghubung dan pendamping KSM, sehingga KSM dapat melakukan transaksi keuangan komersial untuk menunjang usaha peningkatan pendapatan anggotanya. Sejak diperkenalkannya proyek ini (tahun 1989), lebih dari 200 LSM telah berpartisipasi. Sebenarnya, masyarakat miskin dapat dinaikkan kelasnya menjadi masyarakat yang miskin secara ekonomi (miskin tetapi memiliki usaha kecil-kecilan) dengan cara pemberian subsidi pemerintah, misalnya dalam bentuk bantuan sandang, pangan, dan papan. Sebagai contoh, Program Peningkatan Pendapatan Petani/Nelayan Kecil (P4K) yang menggunakan pendekatan pada kelompok petani dan nelayan kecil. Kredit P4K bukanlah suatu proyek-program, melainkan betul-betul merupakan kredit komersial yang ditujukan untuk mendidik dan peningkatkan penghasilan anggota kelompok. Faktor utama keberhasilan P4K terletak pada pembinaan yang dilakukan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan petugas bank, serta kerjasama yang kompak dan serasi di antara sesama anggota (kelompok ditumbuhkan dari, oleh, dan untuk kepentingan seluruh anggota).

 

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: